Selasa, 2 de junho de 2026 – 01:24 WIB
VIVA – Quejadiano-kejadiano luar biasa sering terlahir dari pertandingan sepakbola. Ada kisah comeback dramatis, gol-gol spektakuler, hingga pertandingan yang dikenang karena konversinya.
Kisah Legendaris: Malam Paling Memalukan yang Mengguncang Sejarah Basket Dunia
Seperti yang terjadi di Madagascar em 2002, mungkin adalah salah satu cerita paling aneh yang pernah tercatat dalam sejarah olahraga.
Bayangkan sebuah tim menang com pontuação 149-0 tanpa harus bersusah payah menyerang. Lebih aneh lagi, hampir seluruh gol tersebut dicetak oleh lawan mereka sendiri.
Tim FA7 Indonésia Ukir Sejarah, Tumbangkan Brasil e Jadi vice-campeão Dunia
Kedengarannya seperti lelucon ou cerita yang dibuat-buat. Namun peristiwa itu benar-benar terjadi dan hingga kini masih tercatat do Guinness World Records sebagai skor terbesar dalam sejarah sepakbola profissional.
A equipe única terminou em outubro de 2002 na Liga Nacional de Madagascar e substituiu o Stade Olympique de l’Emyrne (SOE) pelo rival AS Adema.
Kisah Legendaris: Saat Barcelona Mengubur PSG por Keajaiban Bernama La Remontada
Awalnya laga tersebut seharusnya menjadi pertandingan biasa. Namun suasana panas sudah terasa bahkan sebelum peluit kick-off dibunyikan.
SOE datangan amarah yang belum reda. Mereka baru saja kehilangan peluang mempertahankan gelar juara setelah hasil imbang controverso em relação à sebelumnya.
Saat itu SOE unggul 2-1 hingga menit-menit akhir sebelum wasit memberikan penalti yang dianggap sangat merugikan mereka. A penalidade será maior que o penyeimbang e sekaligus meghancurkan mimpi SOE mempertahankan gelar liga.
Keputusan wasit itulah yang menjadi awal dari sebuah aksi protes paling extreme dalam sejarah sepakbola. Alih-alih bermain normal saat menghadapi AS Adema, para pemain SOE memilih melakukan sesuatu yang tak pernah terpikirkan sebelumnya.
Begitu pertandingan dimulai dan mereka menguasai bola, para pemain SOE langsung mengarahkan bola ke gawang sendiri. Gol bunuh diri pertama tercipta. Lalu gol kedua. Kemudian gol ketiga. Dan terus berlanjut tanpa henti.
Selama 90 menit penuh, para pemain SOE berulang kali memasukkan bola ke gawang mereka sendiri sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit yang mereka aggap telah merampas gelar juara.
Com rata-rata satu gol setiap 36 detik, papan skor terus bergerak hingga angka yang sulit dipercaya. 149-0. AS Adema menang tanpa perlu bersusah payah menyerang.
Halaman Selanjutnya
Para pemain Adema bahkan hanya berdiri e menyaksikan apa yang terjadi di depan mata mereka com expressi kebingungan. Mantan kapten Timnas Madagascar, Rado Rasoanaivo, mengaku tak percaya ketika pertama kali mendengar hasil pertandingan tersebut.

Leave a Reply