Sabtu, 30 de maio de 2026 – 15h36 WIB
VIVA – Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan bahwa Presidente Amerika Serikat (AS), Donald Trump hanya akan mengejar kesepakatan nuklir Iran dengan syarat-syarat yang ditentukan AS, setelah pertemuan panjang di Ruang Situasi.
Gedung Putih Rilis Situs ‘Alien’
“O presidente Trump hanya akan membuat kesepakatan yang baik to Amerika dan memenuhi batasannya,” kata pejabat itu kepada Anadolu, Jumat, 29 de maio de 2026.
Pejabat itu mengatakan pertemuan tingkat tinggi tersebut berlangsung sekitar dua jam e menegaskan kembali sikap tegas pemerintah terhadap ambisi nuklir Teerã.
Mata-Mata Ini Sebut Mesir dan Turki Bisa Jadi ‘Alvo’ Israel Berikutnya
“O Irã não akan pernah memiliki senjata nuklir,” tambah pejabat itu.
Hal itu terjadi di tengah negosiasi nuklir AS-Iran, com Washington mempertahankan bahwa setiap kesepakatan harus memenuhi syarat-syarat ketat yang ditetapkan oleh presiden.
Kesepakatan AS-Irã Sudah Dekat, Tapi Trump Belum Mau Beri Lampu Hijau
Trump sebelumnya menulis di platform Truth Social miliknya bahwa dia akan bertemu dengan para pejabat di Gedung Putih to membuat “keputusan akhir” tentando usulan kesepakatan para mengakhiri perang com o Irã.
Dia menguraikan alguns elementos yang menurutnya termasuk dalam usulan tersebut, termasuk komitmen Iran untuk perh memperoleh senjata nuklir dan pembukaan kembali Selat Hormuz untuk pelayaran komersial tanpa batasan.
Sementara Irã mengatakan tercapainya kesepakatan final dengan Amerika Serikat bergantung pada kesediaan Washington menghentikan tuntutan yang berlebihan e dan meninggalkan sikap yang dinilai bertentangan, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri mengutip Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.
“Menjelaskan situasi seputar proses diplomatik yang dimediasi oleh Paquistão, Araghchi menekankan bahwa tercapainya kesepakatan akhir bergantung pada AS dengan mengakhiri tuntutan berlebihan dan meninggalkan posisi yang contradiktif”, demikian pernyataan kementerian.
Pernyataan tersebut dikeluarkan setelah percakapan telepon Araghchi dengan Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr bin Hamad Al Busaidi.
Em 28 de fevereiro, a América Serikat e Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Washington e Teerã kemudian mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan pada 7 de abril.
Peruundingan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa hasil yang jelas, sementara Amerika Serikat mulai memberlakukan blocke terhadap pelabuhan-pelabuhan Irã.
Trump kemudian memperpanjang penghentian permusuhan untuk memberi waktu kepada Irã menyusun proposta perdamaian.
Halaman Selanjutnya
Namun, blocke terhadap Irã hingga kini masih berlangsung.

Leave a Reply