Minggu, 31 de maio de 2026 – 22h31 WIB
Jacarta, VIVA – Indonésia kini memiliki domain khusus untuk mendukung pengembangan ecosistem kecerdasan buatan (inteligência artificial/IA) seedal melalui domain .ai.id yang ditujukan sebagai identitas digital bagi pelaku industri AI di Tanah Air.
Bukan Lagi Uji Coba, robô humanóide Kini Sudah Mulai Dipekerjakan na China
Kolaborasi Riset e Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (KORIKA) menyebut domain tingkat kedua berbasis kode negara ou aau country code top-level domain (ccTLD) tersebut menjadi yang pertama dirancang khusus sebagai identitas digital ekosistem AI suatu negara.
Ketua Umum KORIKA Hammam Riza mengatakan kehadiran .ai.id merupakan bagian dari upaya memperkuat kedaulatan digital Indonésia di bidang AI sekaligus menyediakan ruang identitas bagi startup, peneliti, dan pelaku industri AI seedal.
Ramalan Suram soal AI e PHK Massal Bikin Ngeri, estes fatos de Lapangan
“Kami ingin setiap startup, peneliti, dan pelaku AI Indonesia memiliki ruang yang mencerminkan kebanggaan dan kometensi bangsa di bidang kecerdasan artificial,” ucap Hammam di Jacarta, Sabtu, 30 de maio de 2026.
Selama ini, mayoritas perusahaan rintisan, pengembang, hingga institusi riset AI Indonesia masih menggunakan domínio genérico .ai yang secara teknis merupakan code negara Anguilla.
Krisis Tenaga Kerja Makin Parah, Robô Humanóide Disiapkan Jadi Pengganti Manusia
Kondisi tersebut dinilai menciptakan paradox karena industri AI Indonesia berkembang menggunakan identitas digital negara lain.
Data yang dibagikan Indonésia AI Report 2025 menunjukkan sekitar 45 pessoas pelaku usaha na Indonésia telah mengadopsi AI dengan pertumbuhan mencapai 47 pessoas secara tahunan ou ano a ano, yang disebut menjadi salah satu laju pertumbuhan tercepat na Ásia Tenggara.
De sisi communitas, KORIKA sendiri menaungi base mais de 4.000 anggota communitas com 300 anggota aktif terverifikasi resmi. O ecossistema inilah yang akan menjadi penghuni pertama .ai.id.
Peluncuran .ai.id juga disebut menjadi bagian dari Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial Indonesia yang menargetkan Indonesia sebagai salah satu kekuatan AI utama di Asia Tenggara pada 2030.
Sebelumnya, em 26 de maio de 2026, KORIKA bersama Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) menggelar diskusi panel terkait peluncuran domain tersebut.
Perwakilan PANDI Shidiq Purnama menyatakan dukungan terhadap inisiatif itu sebagai langkah memperkuat identitas digital Indonésia di tingkat global.
Pendaftaran domain .ai.id será dilakukan secara bertahap melalui empat fase, yakni Sunrise em 2 de junho a 2 de julho de 2026 para pemilik merek dagang terdaftar, Grandfather em 13 de julho a 13 de agosto de 2026 bagi pemilik domain .id ativo.
Halaman Selanjutnya
Selanjutnya fase Landrush de 24 de agosto a 24 de setembro de 2026 para massarakat umum dengan skema harga premium, serta Disponibilidade geral em 5 de outubro de 2026 melalui registrador resmi PANDI.

Leave a Reply